Showing posts with label Balikpapan. Show all posts
Showing posts with label Balikpapan. Show all posts

Wednesday, April 9, 2014

Soerabi Bandoeng ala Balikpapan

Subhanallah ... berapa bulan yak saya ga posting-posting di sini? Rasanya setara dengan dosa menelantarkan duit satu milyar.
Akhir-akhir ini memang saya tak banyak buka blogger, eng ... buka sih, tapi sekedar cuci mata tulisan teman-teman saja :))

Hari ini cerita ringan-ringan saja deh padahal biasanya juga gitu. Lagi-lagi soal makanan, beberapa waktu lalu sempat saya rasakan gejala ngidam. Pingin mi (alhamdulillah udah gak sering mual dan mulai bisa makan mi asalkan ga berkuah), pingin martabak (alhamdulillahnya ada sodara beli martabak waktu arisan keluarga), pingin kacang merah (alhamdulillahnya ampe dikirimin 2 kg dari kampung beserta acinya segala), pingin burjo (alhamdulillahnya ketemu sama ayah mertua), pingin sorabi Kuningan ... nah yang terakhir ini agak susah.

Kalau saja punya alatnya, sebenarnya bisa saja dibuat sendiri. Tapi buatnya harus pakai tungku dan wadah mangkuk dari tanah liat ... ya gimana coba?

Entah ini petunjuk atau apa, suatu ketika saya dan suami dapat musibah sehingga sementara itu kami pinjam motor mertua. Tumben-tumben juga mata suami tengok-tengok ... menjurus ke arah saung mirip lesehan, hanya saja sia tidak ditutup kain. Tertera tulisan di papan warung "Soerabi Bandung".
"NENG! Ada sorabi tuh!" Wah.
"Mau beli gak?"
"Nanti aja A, barusan makan banyak sih ... jadi kenyang duluan."
"Ya udah, bungkus aja ... taruh kulkas nanti."
"..."

Di warung ada sekitar 5 orang, saya rasa semuanya orang Sunda ... karena kentara sekali kok logatnya :3
Kangennyaa saya sama tungku-tungku ini, berasa siduru kata orang Sunda mah.
Karena yang terlihat di gambar kebanyakan sorabi modif yang manis-manis, saya tanyalah ada yang rasanya asin/gurih ada atau tidak. Alhamdulillah ada! Semangat deh pesen 2 biji; sorabi telur dan oncom.
Kirain saya oncomnya ga pedas, karena ibu-ibu yang melayani menanyakan mau pakai mayones atau tidak, saya bilang tidak. Tapi begitu dimakan keesokan harinya (saya angetin pakai kukusan), wih oncomnya pedas mantap!
Dan ... habislah 22 ribu rupiah di tempat itu. Harganya betulan nyekik, sebab di Bandung sendiri teman saya bilang berkisar seribu-dua ribu perak perbuahnya (entah kalau yg modif). Di Kuningan sendiri sorabi langganan keluarga saya mencapai 4 ribu, bisa juga pakai macam-macam (bisa beli yang tersedia di sana maupun bawa tambahan isi sendiri).
Setiba di rumah, ga tahan juga icip-icip ... walau kenyang mendera, habis juga 1 porsi, huahahaha ...

Rasanya lumayan, rating 2,6 dari 5. Sayang sekali mengingat pembungkus sorabi itu harusnya pakai daun pisang, ini dibungkus pakai plastik. Bisa makan di sana juga, disediakan tempat duluk dan mejanya kok ;)
Pokoknya kalau kalian mau icip sorabi begini, kosongin perut dulu yaaa. Karena bahan utamanya dari santan dan tepung (apalagi saya pakai telur), jadi sangat cukup untuk sarapan :))

Bagi yang bermukim di Balikpapan silakan beli di ringroad, pas sebelah kanan swalayan Maxi cabang ringroad (PDAM). Tempatnya agak masuk, di antara 2 pertigaan.
Sempat saya tanyakan kapan jadwal 'beredarnya', si mamangnya bilang tiap hari tak terkecuali hari libur. Justru hari libur itulah bisa lebih pagi lagi bukanya. Biasa buka jam 10-11 pagi sampai malam (lupa jam berapa).

Selamat kulineran ;)

Saturday, December 14, 2013

Pancake Durian Medan

Ealah, tiap posting kok makanan melulu ya ... gakpapa ya pemirsah, itung-itung ngisi blog yang lama berdebu :))
Awalnya dapet nyicip dari ibu mertua. Kirain eskrim, ternyata namanya pancake toh ...
Belum sepenuhnya beku sih, tapi uenak!
Durennya mantap, mungkin jenis montong. lapisan luarnya hijau tipis bertekstur seperti kulit bakpao, lalu dilapisi semacam eskrim vanila, daaan tentu saja lapisan terdalam itulah si duren bersemayam.
Buat saya, harganya ni lumayan juga. Sekotak berisi 5 buah pancake dihargai Rp.60.000! Jadi konon perbuahnya dihargai Rp.13.000, tapi karena beli cukup banyak dapet kortingan 5 ribu. Mungkin kalau di Jawa (atau di Medan sendiri) harganya gak segitu.
Tapi ... biarpun katanya kudu ditaruh di freezer biar beku, menurut saya ni enaknya dimakan sebelum beku, jadi durennya nikmat disantap juga dalam keadaan empuk :9


Kulit Bak Nangka, Berduri Bak Durian

Gak seru dong kalau jalan-jalan hasilnya nihil.
Hasil jalan-jalan kemarin ... saya jadi tahu yang namanya buah lai dan cempedak.


Lai ini duren ukuran mini, tapi tanpa bau se-menyengat duren. Begitu dibuka, begh ... begitu menyilaukan! Warnanya kuning tua nyaris jingga segar ... tapi begitu dicicip, rasanya hambar. Teksturnya benar-benar jiplakan duren, hanya saja tak selembek duren jika telah matang.
Nama ilmiahnya adalah Durio kutejensis (kutejensis = berasal dari Kutei), karena menurut penyebarannya ia banyak ditemukan di hutan Kalimantan.
Lai
Kalau cempedak pastinya pernah dengar kan? Seumur-umur baru kali ini saya tahu persis seperti apa buah ini. Kalau Lai itu kembarannya duren, cempedak ini jiplakannya nangka. Buah yg punya nama ilmiah Artocarpus champeden ini adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae. Buah, rasa dan baunya pun mirip nangka. Kulit luarnya sama-sama hijau berbintik kuning-cokelat dan lengket karena getah, hanya saja tidak menonjol seperti nangka. Lebih soft and shiny gitulah ... *berasa iklan sampo
Cempedak
Setelah browsing, banyak artikel yang membahas buah yang satu ini. Khasiatnya beragam, terlebih hampir semua bagian cempedak bisa dimanfaatkan, dari buah hingga daunnya. Walau mungkin tak seenak nangka, kandungan vitamin Cnya ternyata lebih banyak dari nangka. Ia juga bagus untuk mata dan mengobati tumor.
Ibu mertua saya memberitahu bahwa kulit cempedak yang biasa disebut mandai itu bisa diolah lagi untuk dikonsumsi. Jadi saya coba bikinlah itu ... karena setelah nyicip punya ibu, kok mirip-mirip jamur goreng (cuma beraroma buah dikit).

Pertama-tama, bersihkan bagian luar kulitnya (buang yang ijo-ijonya itu), cuci lalu rendam dengan air panas selama kira-kira 2-3 hari. Pakai garam boleh, tapi gak usah kebanyakan, nanti keasinan. Karena saya gak betahan kalau liat air kotor didiemin, jadi air rendamannya sempat saya ganti beberapa kali ^__^a
Setelah direndam, buang airnya, peras lalu goreng langsung ke dalam minyak panas. Karena 'gatel' kalo masak biasa pake bumbu, saya iseng nabur merica ke mandainya setelah diperas :))
Hasilnya ... enak juga, hanya saja gak bisa makan terlalu banyak karena berminyak banget ... mungkin saya harus pakai trik tertentu biar hasilnya bisa memuaskan.

Tenggarong di Minggu Siang

Hari Minggu biasa jadi ajang berkumpulnya keluarga. Begitu halnya dengan keluarga kami, sudah beberapa hari sebelumnya suami memang berencana mengajak saya jalan (lagi) ke salah satu titik wisata sekitar Balikpapan. Kali ini ayah dan ibu diajak juga, karena ternyata o ternyata ... Tenggarong bukan perjalanan remeh.

Melewati bukit Soeharto yang merupakan hutan lindung, saya jadi ayem teringat perjalanan ke Bandung saat di Cadas Pangeran. Kiri-kanannya rimbun pepohonan, benar-benar kesejukan serasa surga mengingat siang itu matahari sedang terik-teriknya.


Untuk mencapai sana dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Selain faktor wiken yang orang lain doyan main keluar, faktor infrastruktur jalan labil-lah yang jadi kendala utama. E bentar, mungkin aselinya faktor salah kendaraan yang jadi masalah ... e bentar ... *halah dasar penulis labil
Jadi gini, dari awal kami sudah tahu kecuali saya bahwa jalan menuju Tenggarong itu dirintangi jalanan rusak, debu penggalian tambang, dsb. Jazz RSS jadi korban.
*krik*

Tujuan pertama kami ialah mampir ke museum Mulawarman. Banyak peninggalan kerajaan Kutai yang dipamerkan di sini. Maaf nih ini gak sesuai urutan, tapi gak jauh-jauh amat kok :D
























Sempat cek ke planetarium juga, tapi karena tidak memenuhi kuota jumlah minimum untuk masuk maka ... kapan-kapan sajalah main ke sana lagi :))
Kami sempatkan sebentar berkunjung ke museum Kayu, dimana buaya Muara dan Sangatta yang terkenal besar dan pernah makan manusia itu diawetkan di sini juga. Isinya selain berbagai jenis kayu juga terdapat contoh kerajinan yang terbuat dari kayu, pun jenis dedaunan dari berbagai pepohonan.











Ah ya, kami melewati Waduk Panji Sukarame. Nah, tadinya memang tak ada rencana bakal main ke sini, tapi begitu dengar di situ ada Taman Anggrek, meluncur juga kami kesana :))
Cuma penasaran, letaknya lumayan juga dari gerbang masuk ... lewat jembatan ... taman bermain anak-anak ... terus nyampe deh. Sayang taman anggreknya tak sebagus bayangan saya. Rumah kaca berisi anggrek-anggrek yang berbunga ditutup kawat duri, jelas saya dan suami tak bisa bebas memoto -__-




Pulangnya suami dan ayah sepakat nyebrang sungai Mahakam, naik feri. Mengingat jalan di seberang lebih mulus dan mobilpun bisa meluncur tenang di jalanan. Alhamdulillah.

Sekian laporan dari Tenggarong, kapan-kapan mari jalan lagi jelajah 'dalem-dalem'nya Kalimantan. Keep peace, green and tropical from Borneo *apadeh






Tuesday, December 10, 2013

Honey Lotion

Bukan 'losyen sayang' ... itu losyen yang sengaja saya beli demi kedamaian suami tercinta.

Awal-awal di sini kan masih numpang di mertua; tempatnya deket ke pusat perbelanjaan, luar-dalam kamar dipasang AC, terlebih cuaca saat itu memang masih tinggi curah hujan dan banyak berawan sehingga di luar pun terasa teduh. Singkat cerita belum setahun saya di Balikpapan sudah banyak ngeluh akibat cuaca panas di penghujung tengah bulan kemarin.
Siku tangan ujug-ujug sangat kering serasa mati rasa *mungkin ini yang namanya sel kulit mati yg kebanyakan numpuk* padahal saya seringnya pakai baju lengan panjang baik di luar maupun dalam rumah. Adik iparpun menyarankan saya pakai  losyen miliknya. Eng .... bukan losyen ding ... bentuknya lebih mirip balsem, tapi jelas fungsinya jauh beda dari balsem. Alhamdulillah 'balsem' itu mujarab juga. Setelah beberapa kali pemakaian, perlahan-lahan kulit mati itupun mengelupas digantikan kulit muda yg halus.

Langsung deh, habis itu beli losyen betulan untuk perawatan kulit badan. Salah saya juga menyepelekan hal-hal kewanitaan yang sebetulnya bisa jadi sangat menjengkelkan, harusnya saya sadar dari awal bahwa perubahan cuaca yg sama sekali lain bisa bikin badan 'alergi' kalau tidak diberi perlindungan. Belum lagi suami agak mengeluh kenapa kok sepertinya saya cuek sekali sama 'spek' tubuh sendiri. Masyaallah, saya tahu-tahu sudah bersuami aja!

Bersyukurlah punya suami yg peduli pada dirimu dimana dirimu saja kadang tak memedulikan diri sendiri dan sibuk mencari kesenangan batin. Benar kata teman saya dulu, katanya segala 'perangkat' wanita itu merupakan 'aset' untuk jangka waktu panjang. Kalau tidak baik-baik dijaga, maka ingat kembali bahwa yang namanya benda lambat laun bisa rusak dan lapuk.
Nah kalau sekarang niatnya mau ibadah, ya senangkan saja mata suami dengan segala apa yang ada pada dirimu. Mumpung muda.
Salah satunya ya merawat badan ... jangan lupa mandi rutin, gosok gigi dan shampoan *ini mah wajib :D
Lebih bagus lagi pakai lulur atau maskeran sesekali, toh bagus untuk mengangkat sel kulit mati agar yg debu dan minyak tak menumpuk dan menjadi jerawat. Jauh beda dengan pikiran saya pas masih sekolah.
Wew jadi melenceng pembahasannya.

Intinya ya itulah, biar bersih aja kok. Ngepel lantai aja pakai pewangi, masa badan sendiri enggak?
Wah kalau dibahas soal kecantikan pasti banyak banget, terlebih lagi saya bukan pakarnya ntar kalau ditanya gak bisa jawab.


Balik ke topik.
Jadi ini nih yang saya pilih, Natural Honey Body & Lotion diproduksi PT. Barclay. Akibat kekurangtahuan saya akan produk perawatan, maka terpilihlah losyen yang baunya enak dan mengandung tulisan 'honey', mwahahaha ...
Sejauh ini aman-aman saja di kulit. Cuma ... saya masih belum terbiasa merutinkan diri pakai ini. Banyak alasan, semisal kalau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebersih-bersihnya agar si losyen gak ikut termakan, atau karena pada saat berwudhu saya kurang suka menggosok tangan terlalu lama gara-gara losyen yang bikin licin. Wew kapan rutinnya kalau gini ...
Yaaa paling tidak dipakai setelah mandi dan ketika akan tidur saja udah cukup kok. Dia menyerap sehingga keesokan harinya si kulit tak begitu licin seperti saat fresh dioleskan.
Sekian postingan gak jelas saya kali ini, bahasa campur aduknya semoga tidak mengganggu. Selamat bertransformasi dan salam sehat ;)


 
Powered by Blogger.