Oktober lalu suami ke Bandung demi menghadiri wisuda adik semata wayangnya. Sekalian deh, keluarga suami pada nyambangin Kuningan demi nengokin si gadis.
![]() |
| segelas Allure dingin di hari yang terik <3 |
Writing for anti-ageing existence ...
Home » Posts filed under review
Oktober lalu suami ke Bandung demi menghadiri wisuda adik semata wayangnya. Sekalian deh, keluarga suami pada nyambangin Kuningan demi nengokin si gadis.
![]() |
| segelas Allure dingin di hari yang terik <3 |
Ya sudahlah, Writing Challenge-nya saya bikin semaunya saja ... ternyata sehari 1 postingan itu susah juga kalau baru memulai -__-
| source |
| source |
Saya pikir orang Indonesia yang bisa berinteraksi dengan orang asing tanpa rasa takut atau malu itulah yang disebut manusia internasional yang baik. (10)
Tak cuma ilmu yang bisa kaudapat saat jengkal-jengkal kakimu melangkah keluar dari zona kuasamu. Tak juga melulu suvenir manis saat kau tiba di sebuah tempat asing. Jauh dari semua itu, kau bisa temukan butiran pesan cinta dariNya.
Maka bertamulah dan kenalkan dirimu pada keajaiban-keajaiban yg diciptaNya. Tajamkan indera-inderamu pada tadabbur Yang Maha Indah. Tatap varian warna bumi di balik lensa matamu sendiri. Lakukanlah perjalanan, dan lihatlah dunia!
| gambar dari sini |
... cinta bukan sekadar soal memaafkan. Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna.
Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yg tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dg mudah membenarkan apa pun yg terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang. (51)
Dua puluh tahun lagi hidup dengan mengenang masa lalu itu dari sisi positif lebih dari menyenangkan. (205)
Rating: 3.5/5
Directed: Lee Sang-yong
Genre: Mystery, Crime, Suspense
Cast. (nyomot di sini)
Yoo Seung-ho As Han Jeong-hoon
Kang So-ra As Lee Da-jeong
Jo Sang-geun As Problem child, Kim Tae-gyoo
Jeon Joon-hong As Professor – MBC, Byeong-soo
Jeong Seok-yong As Old unmarried professor, Kang Gook-man
Park Cheol-min As Professor – Crazy Dog, Han Kang-man

Di awal alur, satu ketegangan sudah dimulai. Seorang siswa di sekolah Jeong-hoon tiba-tiba keracunan hingga keluar busa dari mulutnya. Berlanjut perkelahian Jeong-hoon dengan teman sekelasnya yang usil bernama Tae-gyoo, sampai gurunya terpaksa menghukum mereka berdua mengerjakan tugas di kelas.
Kasuspun dimulai saat Jeong-hoon kembali dari kamar kecil, ia mendapati Tae-gyoo telah meninggal dalam keadaan duduk. Bagian depannya (dada-perut) basah berlumuran darah.
Adalah Da-jeong yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut. Gadis ber-style Sadako ini tak ketakutan, justru ia tanggap berinisiatif mengamankan barang bukti, termasuk mengabadikan TKP dengan kamera polaroidnya juga menyuruh Jeong-hoon membersihkan diri agar tak dicurigai. Ia tahu Jeong-hoon tak membunuh Tae-gyoo.
Sisa waktu pelajaran hanya sedikit (40 menit) sebelum seluruh warga sekolah mengetahui pembunuhan itu. Sementara itu, Pak Komisaris juga sedang datang berkunjung untuk memantau keadaan sekolah dengan beberapa guru yang menemaninya. Mau-tak-mau Jeong-hoon ikut Da-jeong memecahkan kasus pembunuhan ini.
Di antara banyaknya siswa dan guru yang menjadi tersangka, dapatkah mereka memecahkan teka-teki pembunuhan Tae-gyoo? Selengkapnya silakan tonton sendiri yaaa~
Alhamdulillah sip, sinopsisnya tumben lumayan 'bener' ... :))
Movie ini dikasih temen saya sekitar 2 minggu yang lalu. Cuma setelah beberapa tumpukan movie lain saya tamatkan, baru inget yang ini belum ditonton~
Pertama kali lihat Yoo Seung-ho itu main di K-drama (kalo gak salah) Queen Seondeok, dia jadi pangeran pinter di situ. Wah ini pencitraan ato apa nih, di sini juga dia berperan sebagai siswa sekolah yang pinter. Selebihnya ... pemeran lain yang rada sering saya lihat itu malah siswa ndut yang jadi korban keracunan itu~ *tapi-gatau-namanya*
Movie ini mengingatkan saya pada sebuah komik legendaris yang konon sampai sekarang belum tamat juga! Kalian yang suka detektif pasti ga asing sama komik Detektif Conan. Bukan karakter maupun kasusnya yang bikin inget, tapi cara 'skenario' movie ini sama dengan cara Aoyama Gosho 'bercerita'. Step by step, sehingga penonton/pembaca bisa mengikuti kronologinya dengan baik. Flashback sudah pasti ada, tapi tenang aja ... ga sepusing nonton Inception kok. Masih lebih ringan juga dibandingkan movie Sherlock Holmes yang lebih kompleks lagi alur dan tokoh-tokohnya.
Cuma sayang, walau ga menutup kemungkinan ada kejadian seperti ini, tapi saya pikir akan lebih logis kalau settingnya perkuliahan. Bukan apa-apa, habisnya pembunuhan loh! *masalah buat loe, Pe? #plaks
Sejauh saya nonton, movie ini cukup oke untuk sebuah cerita misteri. Akting mereka juga bagus sehingga membikin adegan demi adegannya juga cukup mengalir. Jadi, karena sambil nonton saya suka kebiasaan nyeletuk-nyeletuk protes kalau ada adegan aneh, makanya movie ini juga saya nilai 3.5 bintang. Untuk ukuran sekolah, pembunuhan sadis macam ini agak janggal aja. Tapi ya entahlah, kasus-kasus sekolahan luar mungkin beda juga ya dari Indonesia yang masih eksis soal gojlog-menggojlog dan tawuran~
After all, it's enjoyable movie. You'd watch this, mystery-lovers ~ ;)
Ini semacam deja vu. Merasa ada hal yang buruk, terlalu ‘menjaga’ jarak dengan yang lain (apalagi dengan lawan jenis), juga krisis kepercayaan diri masa remaja. Tuan Mok, orang-orang berada di dekatmu merasa nyaman karena kau tak pernah memaksa. Dan itu disayangkan, karena dengan begitu kau tak pernah bisa membuat mereka maju.Yeah, kalau terus berada dalam lingkar kenyamanan, kita tak pernah tahu rasanya berubah. Dan ini amat menohok perasaan rasanya.
Lanjut esoknya kami capcus agak siangan, karena ... kepala mulai cenat-cenut dan badan mulai menggigil. Kami ke Istana Sepatu buat nyari sepatu wisudaan. Ati juga butuh sendal gede (karena ukuran kakinya jumbo). Daaaan .... terpilihlah sepatu-sendal simpel tanpa hak buat wisudaan. Tepatnya hari Sabtu kemarin (30/6), tunailah Cakep ngelunasi utang nraktir sohib-sohibnya di Jejamuran. Bukan janjian yg bertele-tele, karena memang kali ini dia ambil keputusan sendiri untuk memutuskan tempat dan waktunya. Alhamdulillah, 5 orang terkumpul dengan mudah.

| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Desi Puspitasari |
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Other |

| Rating: | ★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Science Fiction & Fantasy |
| Author: | Dicky Zainal Arifin |


| Rating: | ★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Edgar Jepson & Maurice LeBlanc |