Thursday, June 27, 2013

Walimatul Ursy Vera & Andri

taken from here


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan memanjatkan puji syukur serta memohon ridho dan rahmat Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan Walimatul Ursy pernikahan kami yang insya Allah dilaksanakan pada

Akad
Hari/tanggal: Sabtu/6 Juli 2013
Pukul : 09.00 WIB

Resepsi
Hari/tanggal: Sabtu/6 Juli 2013
Pukul : 11.00 WIB

Bertempat di Gelanggang Pemuda (Gedung KNPI) Kuningan, Jawa Barat

Merupakan kehormatan & kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan do'a restunya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Kami yang berbahagia,

Vera Yulia & Andri Nugroho




 _______________________________________

Finally.. he found me..
my apple of my pie,

my blue of my berry,
my sweet of my heart,
my soul of my mate...
^__^

Wednesday, June 12, 2013

Brown Softlens

Gakpenting sih.... tapi mencoba sesuatu hal yang baru itu... ya istimewa rasanya *Jogja banget :D

Ini kali keduanya saya coba pakai softlens. Dulu pengalaman mau tes kerja gak sengaja nginjek kacamata sampe kacanya remuk, jadilah saya terpaksa beli softlens dadakan karena kacamata minus tak bisa begitu saja pesan langsung jadi. Dulu dipakaikan oleh penjaga optiknya... sampai berkali-kali karena masih tak biasa menerima benda asing masuk ke mata. Mata saya merah berair.

Daaan... sekarang harus mengalami masa itu lagi.
Nasib lah punya mata miopi, harus dipakein aksesoris khusus. Mumpung ada kesempatan main ke Jogja, saya minta antar Uyie buat beli softlens sekalian kelayapan main berdua. Softlens berwarna cokelat akhirnya keluar sebagai finalis pilihan saya :D

Pinginnya warna bening, biar terlihat normal saja, tapi atas anjuran dari beberapa pihak yang bilang bahwa lens bening khawatir terlalu kasat mata sampai susah dicari nantinya, berwarna natural akan jadi pilihan tepat.
kemarin saya coba sendiri di rumah... alhamdulillah bisa dipakai sendiri. Kornea saya jadi besar, tapi jadi bagus kalau difoto :)) Karena pakai kamera hape seadanya, maka jadi seperti ini penampakannya:

ga keliatan warnanya ya -_-

Sunday, May 26, 2013

Wah, Aku Gak Diundang Tuh...

sumber

Pernah dengar seperti judul saya itu? Saya sering, terutama pas ada even pernikahan.

Bagi emak-emak muda yang sudah mengalami momen indah itu pasti tahu dong ribet-ribetnya persiapan nikah, dari pesan salon, menyerahkan berkas ke KUA, katering, terus lagi suvenirnya... dan gak kalah penting tentu saja undangan.
Seringkali saya mendengar keinginan teman-teman yang ingin tasyakuran hari bahagianya secara simpel saja, tidak dibuat mewah... boleh dong? Mengapa harus bermegahan sementara itu jadi mubazir buatmu? Sesuai ayat Q.S At Takaatsur:


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ 

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (QS. 102:1)

حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ 

Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. 102:2)

كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ 

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu) (QS. 102:3)
ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ 

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (QS. 102:4)

Lanjutannya bisa dicari sendiri yak :p

Zaman sudah makin maju, teknologi sudah banyak membantu komunikasi manusia. Gak heran dalam kondisi serba gampang seperti ini, para calon pengantin juga ikut memanfaatkan fasilitas yang ada, termasuk undangan kilat via short message service (sms).

Dulu saya kuliah di Jogja, kemudian balik ke tempat asal di Jawa Barat. Sementara pada usia sekarang ini, kabar bahagia (pernikahan) bukan lagi hal yang menghebohkan. Dari jarak yang ditempuh selama berjam-jam dengan kendaraan, saya pribadi merasa tak berkeberatan kalau seorang teman mengabarkan berita pernikahannya lewat sms. Justru saya sering tak enak hati ketika teman saya bela-belain mengirimkan undangan lewat pos. Padahal diberitahu saja sudah senang lho, saya pasti doakan. Karena saya pikir, masalah jarak, waktu (yang mungkin mendadak), dan biaya bahkan hal-hal lain sangat bisa dimaklumi.

Lain saya, lain dengan orang lain.
Dulu sewaktu masih TA ada beberapa teman yang menikah. Mereka mengirim sebuah undangan dengan mengatasnamakan anak-anak kelas kami, juga mengirimkan sms kepada beberapa orang agar japri, karena tak semua nomor hp teman seangkatannya dia punya. Dan hinggaplah ucapan itu: "Wah, aku gak diundang, tuh...". Dan ini menjengkelkan.

Memang beda-beda karakter tiap orang kalau komentar. Ada yang sensitif negatif, ada juga sensitif positif. Yang positif, ya dia berpikir berulang kali... bahwa alasan temannya mengundang cuma dengan japri atau undangan 'keroyokan' itu pasti sangat masuk akal. Mungkin karena jarak yang sudah berpencar-pencar jadi hanya bisa dititipkan, atau mungkin teman-temannya kelewat banyak.

Negatifnya ya seperti judul tulisan ini. Karena gak ada undangan khusus atas nama dirinya, dia langsung menjudge bahwa temannya sengaja tak mengundangnya.Kalau merasa ingin diatasnamakan perorangan, kan bisa ditanyakan dulu kenapa tidak mengundang satu-persatu... atau kalau memang tidak bisa datang, ya bilang saja tak bisa datang. Undangan gak usah dikambinghitamkan.
"Wah maaf saya tak bisa hadir, tolong sampaikan salam saja", atau "Saya tidak begitu kenal orangnya, tapi saya ikut doakan"... kan terdengar lebih manusiawi. Karena harapan kedua mempelai pasti tidak jauh dari doa restu kerabat/sahabat terdekat mereka.

Gini deh sinisnya saya, maaf kalau ada yang tersentil. Seringkali saya berpikir kalau ada orang yang bilang seperti itu, itu sudah tanda bahwa dia enggan untuk datang. Daripada jadi tamu tak diundang, mendingan gak usah dateng sekalian... gitu lho!
Kecuali dia punya masalah dengan si pengundang di masa lalu, ucapan seperti itu bisa saja dimaklumi.

Untuk seorang teman dekat, rasanya memang sungkan gimanaaa gitu kalau hanya mengabarkan lewat sms atau via elektronik lainnya. Sehingga seringkali memaksakan diri untuk mengirimkan undangan asli lewat pos. Padahal cukup memberi tahu via sms/telepon saja tidak masalah menurut saya. Masalah waktu luang bisa hadir atau tidak tentu saja itu perkara kelanjutannya. Datang ya senang, gak datang ya pastikan hadirkan doa untuk mereka dari jauh :)


Kuningan, 26 Mei 2013

#rasanya kaku sekali lama tak menulis 'lepas', dan endingnya... rasanya kok menggantung gitu ya.. -__-

Thursday, May 23, 2013

My First Bought-Gamis by Online


Saya memutuskan untuk beli sebuah gamis simpel polos dari Mb Ii, temen blogger yang pernah beberapa kali kopdar juga suka jualan secara onlen. Dikirim hari Rabu, nyampe hari Selasa... *lamanyaaa... ni gegara distributor JN* yang punya banyak alesan paketnya bisa nyampe hampir seminggu. Ah lupakan, yang penting paketnya sampai dengan selamat :D

Jadi, gamisnya sebenarnya langsung saya coba dan cukup pas, tapi saya langsung rendam buat dicuci. Kabar baiknya, gak luntur! Hihihi... dan adem pula, bahannya sejenis katun ungu yg saya bikin dress juga.

Makanya... setelah beberapa hari mandeg di jemuran sampai masuk lemari, saya baru coba memakainya lagi---dengan dobelan pakaian sebelumnya :)))

Hasilnyaaa...

ditdut penasaran sama hape
diliatin ditdut




 Sambil jagain neng Tean, saya ajak sekalian poto bareng dah... :))
 Ada beberapa hal yang mengganggu... terutama bagian panjang tangan dan lebar bahu... saya ceroboh tidak tanyakan dulu pada Mb Ii. Gakpapa, ini baru awal... lain kali saya pasti tanyakan dulu ukuran tersebut, terutama panjang rok.
Yah... terutama karena saya tambah ndut, hahaha... pantesan gak sebagus yg di poto lapaknya sono -__-
Pokoknya, makasih ya mbak Ii.... maap baru posting sekarang kenarsisanku... :D

Cekian ya, kaka-kakaaa...

Tuesday, May 14, 2013

Rapid Fire Question

Baiklah bu guru Indri, saya mau coba ngerjain PR bebas ini... *tuh sampe gak punya kata-kata pembuka saking bekunya ini otak -__-

10 pertanyaan itu adalaaaah...
1. Nambah atau ngurangin timbunan buku?
Nambah.
2. Pinjam atau beli buku?
Dua-duanya :3
3. Baca buku atau nonton film?
Dua-duanya (juga).
4. Beli buku online atau offline?
Langsung ke tokonya... *dijitak gada di pilihan
5. Buku bajakan atau ori?
Ori KW 1 *wakakaka...
but original one is always the best quality ;)
6. Gratisan atau diskonan?
Dua-duanya  ($__$)
7. Beli pre-order atau menanti dengan sabar?
Menanti sabar... *latian sabar :))
8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?
Dua-duanya.
9. Pembatas buku penting atau biasa saja?
Penting.
10. Bookmarks atau bungkus chiki?
Saya bingung nafsirin 2 pilihan ini.
Bookmarks (yg di internet) aja deh. 


Pertanyaan tambahan dari Mbak Indri:
1. Jalan sendiri atau ada yg nemenin (bisa juga suami, anak)
Ada yang nemenin.
Bagusnya suami :">
2. Prefer tidur siang atau tidak?
Tidaks.
3. Highheels-wedges atau flat shoes?
Flat.
4. Kue talam atau rainbow cake?
Klepon... *dijitak gada di pilihan
Kue talam kali ya...
5. Atm atau cash?
Dua-duanya (lagi).

Kelaaaar... giliran saya kasih pertanyaan nih ya...
1. Westlife, Suju, atau SM*SH? #no other choices yes, ini cuma 'simbol' :p
2. Gunung, gurun, hutan, atau pantai?
3. Olahraga apa yang (bisa) kalian minati?
4. Mars, Venus, atau Saturnus? :))
5. Bad habit apa yg kalian tahu tentang saya? *gimme correction ;)

Saya hibahkan kelima pertanyaan itu pada:
1. Mb Indri
2. Mb Rien
3. Afininda
4. Mb Ii
5. Mb Hanifah Sya'roni
Sisanya biar saya toel di fb :)))

Temen2 cukup jawab yg 10 pertanyaan itu sama pertanyaan dari saya. Setelah itu kalian boleh ngasih 5 pertanyaan lain buat ditujukan ke teman2 lain ;)
Saya ndak memaksakan, karena tahu kalian pasti punya kesibukan masing-masing. Sooo... kerjain yaaa! *malah maksa :)))

Friday, April 19, 2013

KAPAAANNN???

taken from here
Mood itu memang berubah-ubah ya...

Dulu dia santai saja ketika orang menanyakan kapan dia lulus, kapan kerja, kapan nikah. Nah tepat hari ini ada orang menanyakannya, sebutlah si L: "Mbak belum kelar kuliah ta?"
Dia ga jawab, cuma ngasih statement, "Kuliah kehidupan gapernah kelar."
Entahlah, hari ini dia lagi pingin sendirian kayaknya.
Lalu ditanya lagi, "Ga kerja mbak? Apa masih ngurusin piaraan?"

Well, ingin tahu sekali kayaknya si L ini. Rasanya... baru kali ini saya liat dia agak marah ditanya begitu. Atau mungkin malah tersinggung ... karena buat ukuran orang yang jarang nyapa, L ini kepo sekali.
Akhirnya dia cuma jawab, "Belum ada rejekinya."

Dia sedang nganggur. Atau tepatnya, dia kerja yang tidak kantoran... bukan yang wara-wiri dengan dokumen maupun rapat dan banyak agenda. I wonder, apa dengan begitu L mau memberi solusi?
Yang pasti setahu saya, dia sedang ada suatu urusan jangka panjang, tapi saya tak bisa bilang itu apa *ceritanya rahasia sohib

Yaa... sekedar mengingatkan kembali ... yang namanya hidup kan gak seputar itu. Habis tanya kabar, akan lebih baik nanya domisili daripada pekerjaan. Atau nomer yang bisa dihubungi... atau yang lainnya. Ini seakan mengingatkan saya pada status temanku dulu (sekali)...
Saya akan lebih berterimakasih ditanyakan sudah berapa juz Quran atau hapalan hadits yang kamu kuasai ketimbang 'sudah punya berapa anak?' (karena setahu saya beliau belum diamanahi keturunan di usia pernikahan yang ke sekian tahunnya)

Semoga sabar belum lenyap dari sisi kemanusiaan kita.
*karena saya juga nganggur... T___T
Mohon doanya ya kawan-kawan, insyaallah tahun ini sedang menjemput rejeki di luar kota kelahiran saya ... mudah-mudahan dimudahkan, mudah-mudahan dilapangkan. Aamiin.

Wednesday, April 17, 2013

Ibu-ibu Ngeblog

Salah satu hal yang saya suka dari blogwalking adalah ... nemu gaya bahasa. Mau itu anak muda, ibu muda, paruh baya bahkan sepuh juga ada. Alhamdulillah saya bisa kenalan dengan orang-orang keren, kan seenggaknya nanti saya bisa ketularan keren juga... :))

Sorotan saya baru-baru ini sama ibu-ibu paruh baya. Yaa gak sepuh juga ding ...  tapi kehidupannya udah dikaruniai beberapa orang anak, bertetangga dengan ini dan dia. Kehidupannya kalau ditilik-tilik yaah sama lah dengan Mamah di rumah. Ini-itu diurusin... cuma bedanya, Mamah kagak narsis kayak kebanyakan ibu-ibu blogger... *sungkem*

Enaknya? Banyak!
Selain berbagi resep, rata-rata para beliau ini punya gaya bahasa yang enak dibaca. Becandanya juga renyah ... lebih nrimo sebagai korban ketika ada 'ejekan' dan lebih sabar ngadepin adek-adeknya yang baru beranjak dewasa.  Bahkan ketika adek-adeknya soktau juga mereka serius menanyakannya dengan senyum di ujung kalimat. Sabar bener, padahal orang kayak gitu nyebelin kan... *iyee kayak kamoh Pe~


Yaa... udah gitu aja.
Selebihnya saya mau nyari ide lain buat jurnal.
*sumpah ini postingan ga penting sekali -__-

Friday, April 5, 2013

puritama vera (?)

Hey are you looking for me?
Yes, I am an ex- Multiplayer with puritama ID ... almost famous with the-orange-girl named Veraveravera.

I found this in my real-time feedjit.



I'm trully curious who searched in me. Are you my old friend? Or do you have any business with me?
Hope this posting will answer your searching~



#gini neh kalo mau jadi buronan yg baek ... contoh tuh... #songong

Sewing Things

Ajang pamer ga penting sebenernya.... hanya saja ini mungkin bakal ngiler temen-temen yang hobi berkreasi handmade.
Meski saya ga ahli soal mengreasi sesuatu, pada dasarnya saya suka pernak-pernik #dasar cewek

Satu komplek pertokoan wilayah Jl. Pandesan, Pekalangan-Pekalipan ini sepertinya khusus untuk jahit-menjahit. Kurang tahu juga detilnya, tapi yang pasti ada 3 buah toko berderet khusus untuk bahan/alat jahit.
Ga sengaja nangkep baliho ini, bisa jadi tempat tujuan kamu yang mau beli mesin jahit nih... di toko Dua Tiga mungkin ada, secara gambar balihonya aja mesin jahit ;)


Naa.. sebenarnya di sinilah tujuan teteh ipar saya: toko Intan...
berbagai bahan keperluan menjahit

toko aksesoris dan alat jahit














aktivitas jual-beli dalam toko

berbagai rantai (?)















tas lucu homemade sana juga ada lho
tadinya pingin beli ini buat kado adek :D
















berbagai aksesoris
berbagai kebutuhan menjahit

I WANT THIS! #the shirt I mean...

Tuesday, April 2, 2013

Wonogiri, in Afin's Wed (a bit kadaluwarsa)

Sudah beberapa bulan sih... hahaha gakpapa ya.

Jadi ceritanya 2 Februari 2013 kemarin saya dan Pepi silaturahim ke tempatnya Afin, yang konon dia manten di hari itu. Alhamdulillah, dengan perjalanan yang cukup hebat, kami nyampe juga pada siang hari. Saya ngebis dari Jogja menuju Tirtonadi Solo, diteruskan bis Aneka Jaya, dan kami langsung nyampe di tempat. Wonogiri wow juga ya, melintasi hutan-hutan sampe hilang sinyal di situ.

Datang-datang kami tak langsung masuk, tapi dipersilakan duduk dahulu sambil menikmati sajian yang ada. Ooo mungkin begini resepsi a la Jawa ... ini baru pertama kalinya saya menghadiri nikahan dengan sajian makanan yang dilayani langsung panitia, jadi maksudnya kami ndak ngambil makan prasmanan sendiri tapi diambilin panitia sana gitu.
Capcus jam 8 pagi, pulang jam 11 malam. Thanks Rabb, Kau telah mempersilakan saya kembali merasakan kelayapan malam-malam lagi ...

Ah ya, ini berarti kali kedua saya bertemu dengan Afin. Dulu saya bertemu dengannya di Jakarta, dan dalam kesempatan ini saya double kopdar kedua dengan dia dan Mamang. Karena kami agak asing dengan resepsi semacam ini, kamipun tak berani ambil foto sembarang (lagian susah ngambil gambar). Jadilah jauh-jauh mamang bawa alat potonya, hanya saya dan Pepi yang figuran ini malah jadi potomodel sehari :))

Tingkiuh Afin dan juga Mamang atas ramah-tamahnya kemarin. Semoga kita ada waktu buat kumpul-kopdar lagi sama yang lainnya :D

 
Powered by Blogger.