Tuesday, November 29, 2011

Apa Dosa Komik? (1)

Sebel juga kalau ingat.


Saya memang bukan siswa jenius semasa sekolah.
Saya akhirnya bisa menyimpulkan bahwa sekolah tak menjadikan seorang siswa itu pandai.
Ia hanya sebatas salah satu tempat belajar dan berkenalan. Siswa diajarkan untuk menjadi 'bisa' dan sebenarnya kan tak dituntut untuk menjawab semua pertanyaan.
Setidaknya begitu menurut saya.


Oh maaf, ngalor-ngidul sebentar.

Kembali soal sebel tadi.
Saya juga tak pernah tahu apa masalah salah seorang teman saya sampai bertanya hal yang... apa-maksudnya-sih?

Coba pikirkan ketika menemui kasus begini:

Anak yang sejak kecilnya hanya berhadapan dengan gambar minimalis yang terbatas, suatu kali dipertemukan dengan rak-rak penuh buku yang kaya dengan berbagai macam gambar dengan kemasan bagus. Kira-kira apa yang dipikirkannya?

Harta karun.

Sepakat?

*tu bi kontinyud*

Ditulis Oleh : Veraveravera Puritama // 7:56 PM
Kategori:

17 comments:

  1. komik tidak berdosa!! *penggemar manga*

    ReplyDelete
  2. Memang tidak...Di sekolah itu IMO kita kebanyakan diminta supaya jadi 'standar'. Nuff said.

    Sepakaaaaat~
    Kalo aku yang ngeliat gitu pasti betah baca berjamjam :D

    ReplyDelete
  3. komik rasa jahe apa komik rasahmbayar ver?

    ReplyDelete
  4. saya belajar sejarah nazi perang dunia dll dari komik juga banyak kebijaksanaan hidup...saya masih sangat mendambakan kelanjutan "bidadari merah"

    ReplyDelete
  5. kang isa:
    yeaa! Yeaa!
    *serasa melu dukung orator*

    mas cis:
    *toss
    silaken dilanjut...

    ReplyDelete
  6. mas priyo:
    hayo kapan traktir akuuu.. :p

    blekwol (gimana manggilnya ini?):
    saya juga penasaran kelanjutan komik itu... *kecewa padahal berharap punya akhir :(
    makasih atas kunjungan dan apresiasinya. Salam kenal :)

    ReplyDelete
  7. yg jelas komik bisa kek candu lho.... xixixi
    lha bersambung terus jew macam sinetron ajah...
    aku paling seneng novel dan cuman punya 1 komik thok til
    itupun gara2 gantiin komik temen yang ilang ealah.... malah serinya salah
    detektif conan *film kartunnya jadi favoritku*

    ReplyDelete
  8. Liat rak2 penuh buku cerita, novel dan komik itu bgaikan berada di surga =)

    salam kenal ya

    ReplyDelete
  9. ahaha karena aku ngetik di hp, nyisa cuma 15 karakter.
    Dipecah2 biar ngeditnya gampang :D

    kalo aku malah langgan ilang buku, soale sering dipinjemi :/

    ReplyDelete
  10. vera kayak lagi kesel banget

    hehe

    ReplyDelete
  11. hahaha.. iyakah?
    Padahal intinya ada di part 3 :D

    ReplyDelete
  12. Hmmm... asal jangan terpaku ke situ saja sih. Sebenarnya komik adalah genre tersendiri yang unik. Mudah2an bisa jadi batu loncatan untuk nantinya membaca yang lebih berat. Eh tapi komik yang pernah aku baca di sini juga ada yg berbobot lo, baik dr cerita maupun penyajian gambarnya.

    ReplyDelete
  13. betuuul mbak, udah cerita juga di sambungan 2..
    Dan intinya di sambungan 3 :)

    tapi ada beberapa orang dewasa tetep ga bisa lepas dari komik ya. Komiknya mas aji (klewang) juga berbobot :D

    ReplyDelete
  14. *ga ngerti*

    *beranjak ke seri selanjutnya*

    ReplyDelete
  15. *sigh*

    emang gaya tulisanku mesti transformasi ketoke...

    ReplyDelete
  16. hyaaa...
    lama ga menjamah komik mbaaakk... :(

    ReplyDelete

 
Powered by Blogger.