.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jadi, GIMANA?
Saya sudah coba me-tap camera lewat android tetap saja tak ada yang muncul >_<
*maaf menyampah dengan postingan tak bermutu ini
Home » Posts filed under blah
Friday, January 16, 2015
Cara Posting Foto di Instagram
Allure: Nagihnya Si Susu Ijo
Oktober lalu suami ke Bandung demi menghadiri wisuda adik semata wayangnya. Sekalian deh, keluarga suami pada nyambangin Kuningan demi nengokin si gadis.
![]() |
| segelas Allure dingin di hari yang terik <3 |
Wednesday, November 26, 2014
Unexpected Friend
Sudah sekitar 9 tahun selepas lulus dari SMA, banyak sekali perubahan yang terjadi. Mulai dari lingkungan, cara pandang hidup, pencarian jati diri yang sepertinya belum puas berbenah, juga orang-orang 'pilihan' buat menjadi teman.
Beberapa tahun silam seorang teman pernah bertanya "Apa makna 'sahabat' buatmu Ve?"
Perlu bolak-balik berpikir untuk menjawabnya. Bagi saya yang berteman akrab dengan beberapa orang saja tentu saja merasa aneh juga kenapa teman sekelas saya ini bertanya demikian pada orang seperti saya. Teman saya ini sebenarnya bukan tak punya sahabat. Saya berani memastikan dia punya lebih banyak sahabat dari saya, bahkan rasanya saya bukan seorang 'sahabat' untuknya. Hanya saja, akhirnya saya menjawab begini: "Sahabat itu ... ketika yang lain melupakan, tapi ia mengingatmu walau kalian tak bertegur sapa."
Daaaan ... saya sadari sekarang bahwa itu salah.
Sahabat tidak cuma mengingat, tapi lebih mengarah pada 'gelar'. Pernah baca saja bahwa dalam periwayatan Rasulullah saw tak pernah disebutkan soal 'teman' ataupun 'kawan' :))
'Sahabat' merupakan 'gelar' tinggi untuk hal ini. Wah, saya jadi tak mau main-main pakai ngomong 'Kamu sahabatku!' segampang itu ^__^'
Kok ngomongin sahabat sih, Madam? *eaa efek post-nikah :))
Yah, simak dulu deh cerita saya~
Singkat cerita saat menikah 6 Juli 2013 kemarin, saya tak banyak mengundang resmi teman-teman semasa sekolah. Banyak faktor, selain waktu yang terbatas untuk mengirim undangan, banyak dari mereka tak berdomisili di Kuningan lagi. Maka dengan fast invitation a la masa kini, saya manfaatkan social media untuk mengundangnya. Beberapa teman dumay malah saya kirim undangan real karena selama saya berteman dengan mereka ada banyak kenangan yang membekas dan rasanya kami sudah sangat dekat saking akrabnya :D
Dan benarlah sesuai perkiraan, bahwa teman yang menghadiri undangan bisa dihitung jari. Justru teman-teman semasa ngekos kuliah malah datang, sampai terharu karena tahu mereka datang dari kota jauh.
Tidak saya sangka, teman seangkatan SMA ... yang notabene tidak pernah sekelas, hanya temanan satu organisasi, jarang tegur-sapa ... cowok lagi!
![]() |
| source |
Kami cuma sekedar tahu, tak pernah ngobrol lama. Yang saya takjub juga adalah saat dia main ke Jogja, yang diingat ternyata saya. Weits, jangan mikir macam-macam lho ... dia awalnya minta info anak-anak alumni yang berada di Jogja, agar bisa ikut numpang nginep. Lumayan kan ... gratis~
Saya juga menyanggupi untuk ketemuan di Malioboro (semua orang tahu dooong) biar gampang nandain tempat. Dengan minta anter teman
Trenyuh begitu mendengar ceritanya, bahwa saya juga merasakan siapa yang kamu anggap teman bukan berarti demikian bagi mereka. Seorang teman sekampung datang ke kota yang baru baginya, ada 'teman' untuknya tapi tak dipedulikan. Dia sedikit mengungkapkan kekecewaannya, bahwa tidak sedikit 'teman-temannya' sudah tak lagi menganggapnya teman. Mungkin saya salah satu dari sedikit teman yang tak keberatan main sebentar untuk sekedar berbincang ringan dan menyambung komunikasi. Bener lho, kalau mau ngajak ketemuan saya pasti sempatkan waktunya, cuman selama ini jarang ada yang ngajak ... *menatap tanah
Well, teringat note kecil yang pernah saya baca bahwa teman maupun 'sahabat' itu toh akan berganti ketika menapaki fase demi fase kehidupan. Apa sih yang abadi?
Pun ketika teman saya ini mau balik, ia sengaja datang ke kos saya
Sama juga saat menjelang saya lulus, dia sempat datang berkunjung ke rumah beberapa bulan selepas Ramadhan. Ebuseeet ... itu saya belom mandi lohh, dan saya dikira lagi tidur doang *eaa malah bangga~
Datangnya kali ini sama mantan adek kelas kami, walau sebenarnya saya nebak sudah naik pangkat jadi calon istrinya sih :))
Masyaallah! Masyaallah!
![]() |
| source |
Satu pembelajaran berharga dari orang yang tidak saya sangka-sangka, niatan silaturahimnya kuat sekali. Semoga saya bisa datang ke pernikahanmu nanti yak, saya bisa malu 7 bulanan kalau sampai melewatkannya begitu saja.
Selepas menikah ... seperti biasa tak banyak berkomunikasi dengan teman-teman, kecuali beberapa orang yang biasa saya 'ganggu' :)) tapi teman cowok saya ini pernah menanyakan nomor hp saya pada salah satu teman lama juga. Hehh? Iya saya agak heran. Kan bisa lewat inbox social media, pun setelah saya beritahu nomornya dia belum pernah menghubungi.
Nah, jadi pembuka awal itu nyambung gak sama inti cerita saya? ( ' ') ...
Tuesday, November 25, 2014
Miss Blogging
Nggak bisa mangkir bahwa kenyataan memiliki anak akan sangat menyedot perhatian, terlebih balita. Dari kehamilan yang saya-bingung-mengungkapkannya hingga kini dititipi anak newborn (oh, happy 3 months my gadis!), tiba-tiba saja merasa kehilangan waktu yang amat panjang. Maksudnya saya baru mengira bahwa mungkin selama berbulan-bulan kemarin saya sedang tidak begitu bahagia. Bukan karena kehamilannya, bukan karena ditinggal kerja suami ataupun jauh dari orang-orang tercinta ... tapi waktu yang dirasa sia-sia.
Saya tak mau cerita, karena masalah ini sepertinya aib bagi saya.
Pun ketika si gadis lahir ke Bumi (thanks for your strength to stay health!), masalah ini tetap saja sangat menggelitik. Sampai detik ini rasanya ghirahnya meningkat drastis begitu bersentuhan dengan keyboard laptop.
Selama kemarin gairahnya menurun drastis. Lhe memang aneh ya? Ini lagi girang-girangnya main sama anak malah banyak ide bermunculan. Fasilitas internetan memang bisa didapat dari tab ataupun hape jadul saya, tapiii ... tapiii ... beda sekali dibanding laptop. Rasa-rasanya isi dunia langsung terbentang gitu internetan di laptop.
![]() |
| source |
Doakan kami punya laptop untuk hal-hal positif.
Saya kangen
Saturday, April 12, 2014
Saya Ingin Narsis!
Betapa senangnya orang-orang bisa dengan mudahnya nampang di facebook, juga di G+ ini. Ada yang rutin ber-selfie dengan today's outfit (bukan model, tapi punya butik), berpose kiyut dengan anaknya, foto standar dengan keluarga atau pasangannya, berakting ala bibir ducky, dan sebagainya. Terus terang saya sirik, sejujurnya ingin sekali bisa nampangin foto-foto sejenis itu *naluri alay saya masih ada
Pernah suatu ketika saya pakai foto alay jaman awal kuliah dulu. Dengan khimar sarung, saya poles itu muka dengan penambahan kumis tebal. Hasilnya? Kolom komentar di bawahnya bejibun ... banyak sekali. Benar-benar puas saya bisa 'menarik' minat orang mengomentari apa yang saya lakukan. Saya tidak berpura-pura bahwa orang-orang berkomentar di postingan saya merupakan hal yang menyenangkan. Itu artinya mereka memperhatikan apa yang saya kerjakan, senang dong *dasar perempuan
Suatu hari saya mulai 'berulah' lagi dengan memakai pic foto KTP hitam-putih, ajib sekali. Itu foto asli tanpa rekayasa, hanya saya sedikit tan-kan kulit biar eksotis. Lagi-lagi mengundang beragam komentar dan saya menikmati itu.
Tapi kesemuanya tak bertahan lama. Banternya sebulan, seringnya dalam hitungan hari/minggu sudah ganti lagi ke pic yang saya comot di gugel image. Foto bayi, jeruk, atau tuzki bertampang datar sering jadi pilihan saya dan berhasil bertengger selama berbulan-bulan.
Pas awal nikah, barulah saya nampang dengan suami. Tentu itupun dengan topeng khas pengantin :))
Kesimpulannya, saya jarang mengekspos wajah. Dan semakin hari rasanya semakin ketat, begitu saya posting muka dalam beberapa acara travelling, saya tutup wajah dengan watermark.
Dulu saat saya masih lumayan konsisten dengan teori-teori seputar anjuran Islam dalam berhati-hati 'menampang' diri di socmed, saya betulan menjaga itu. Buktinya, hanya foto KTP yang masih nangkring sampai sekarang di album PP facebook. Sekarang-sekarang ini memang sudah tak begitu memedulikan (ngerasa udah taken jadi pede gak bakal ada lagi yg naksir XD), tapi tetap saja naluri alay itu seperti tersumbat. Tidak tersalurkan sempurna.
Tuhan, saya ingin mencoba narsis!
Seolah-olah hati kecil saya ini gelisah kalau sampai kejadian muka asli saya dipampang. Jadilah sampai detik ini saya hanya berani me-watermark muka atau memakai pic ukuran mini seperti yang saya tampilkan di G+ #eaa ujungnya promosi berkunjung ke sanah~
Ya sudahlah, biarkan saja seperti begini adanya. Mungkin krisis ini akan menghilang di lain hari. Saya masih percaya bahwa semua akan indah pada waktunya ... *apadeh
Saturday, December 14, 2013
Pancake Durian Medan
Ealah, tiap posting kok makanan melulu ya ... gakpapa ya pemirsah, itung-itung ngisi blog yang lama berdebu :))
Awalnya dapet nyicip dari ibu mertua. Kirain eskrim, ternyata namanya pancake toh ...
Belum sepenuhnya beku sih, tapi uenak!
Durennya mantap, mungkin jenis montong. lapisan luarnya hijau tipis bertekstur seperti kulit bakpao, lalu dilapisi semacam eskrim vanila, daaan tentu saja lapisan terdalam itulah si duren bersemayam.
Buat saya, harganya ni lumayan juga. Sekotak berisi 5 buah pancake dihargai Rp.60.000! Jadi konon perbuahnya dihargai Rp.13.000, tapi karena beli cukup banyak dapet kortingan 5 ribu. Mungkin kalau di Jawa (atau di Medan sendiri) harganya gak segitu.
Tapi ... biarpun katanya kudu ditaruh di freezer biar beku, menurut saya ni enaknya dimakan sebelum beku, jadi durennya nikmat disantap juga dalam keadaan empuk :9
Tuesday, December 10, 2013
Honey Lotion
Bukan 'losyen sayang' ... itu losyen yang sengaja saya beli demi kedamaian suami tercinta.
Awal-awal di sini kan masih numpang di mertua; tempatnya deket ke pusat perbelanjaan, luar-dalam kamar dipasang AC, terlebih cuaca saat itu memang masih tinggi curah hujan dan banyak berawan sehingga di luar pun terasa teduh. Singkat cerita belum setahun saya di Balikpapan sudah banyak ngeluh akibat cuaca panas di penghujung tengah bulan kemarin.
Siku tangan ujug-ujug sangat kering serasa mati rasa *mungkin ini yang namanya sel kulit mati yg kebanyakan numpuk* padahal saya seringnya pakai baju lengan panjang baik di luar maupun dalam rumah. Adik iparpun menyarankan saya pakai losyen miliknya. Eng .... bukan losyen ding ... bentuknya lebih mirip balsem, tapi jelas fungsinya jauh beda dari balsem. Alhamdulillah 'balsem' itu mujarab juga. Setelah beberapa kali pemakaian, perlahan-lahan kulit mati itupun mengelupas digantikan kulit muda yg halus.
Langsung deh, habis itu beli losyen betulan untuk perawatan kulit badan. Salah saya juga menyepelekan hal-hal kewanitaan yang sebetulnya bisa jadi sangat menjengkelkan, harusnya saya sadar dari awal bahwa perubahan cuaca yg sama sekali lain bisa bikin badan 'alergi' kalau tidak diberi perlindungan. Belum lagi suami agak mengeluh kenapa kok sepertinya saya cuek sekali sama 'spek' tubuh sendiri. Masyaallah, saya tahu-tahu sudah bersuami aja!
Bersyukurlah punya suami yg peduli pada dirimu dimana dirimu saja kadang tak memedulikan diri sendiri dan sibuk mencari kesenangan batin. Benar kata teman saya dulu, katanya segala 'perangkat' wanita itu merupakan 'aset' untuk jangka waktu panjang. Kalau tidak baik-baik dijaga, maka ingat kembali bahwa yang namanya benda lambat laun bisa rusak dan lapuk.
Nah kalau sekarang niatnya mau ibadah, ya senangkan saja mata suami dengan segala apa yang ada pada dirimu. Mumpung muda.
Salah satunya ya merawat badan ... jangan lupa mandi rutin, gosok gigi dan shampoan *ini mah wajib :D
Lebih bagus lagi pakai lulur atau maskeran sesekali, toh bagus untuk mengangkat sel kulit mati agar yg debu dan minyak tak menumpuk dan menjadi jerawat. Jauh beda dengan pikiran saya pas masih sekolah.
Wew jadi melenceng pembahasannya.
Intinya ya itulah, biar bersih aja kok. Ngepel lantai aja pakai pewangi, masa badan sendiri enggak?
Wah kalau dibahas soal kecantikan pasti banyak banget, terlebih lagi saya bukan pakarnya ntar kalau ditanya gak bisa jawab.
Jadi ini nih yang saya pilih, Natural Honey Body & Lotion diproduksi PT. Barclay. Akibat kekurangtahuan saya akan produk perawatan, maka terpilihlah losyen yang baunya enak dan mengandung tulisan 'honey', mwahahaha ...
Sejauh ini aman-aman saja di kulit. Cuma ... saya masih belum terbiasa merutinkan diri pakai ini. Banyak alasan, semisal kalau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebersih-bersihnya agar si losyen gak ikut termakan, atau karena pada saat berwudhu saya kurang suka menggosok tangan terlalu lama gara-gara losyen yang bikin licin. Wew kapan rutinnya kalau gini ...
Yaaa paling tidak dipakai setelah mandi dan ketika akan tidur saja udah cukup kok. Dia menyerap sehingga keesokan harinya si kulit tak begitu licin seperti saat fresh dioleskan.
Sekian postingan gak jelas saya kali ini, bahasa campur aduknya semoga tidak mengganggu. Selamat bertransformasi dan salam sehat ;)
Friday, June 28, 2013
Much Lights! My Bedroom Wall Sticker
Yeaaayyy.... saya benar-benar katrok. Saya kira wallsticker itu belum begitu tren di sini, makanya cuma jempol-jempol onlen shop saja yang saya bisa. Tahunyaaa... saya menemukan anek wallsticker di Car Free Day minggu lalu pas jalan bareng Mi.
Di OLshop memang lebih beragam, tapi saya lumayan kepincut sama beberapa pilihan di sini. Saya pilih yg gambar lampu-lampu...
Taraaa jadi beginilah kamar saya...
Akhirnya ga 'sepi' lagi temboknya :D
Wednesday, June 12, 2013
Brown Softlens
Gakpenting sih.... tapi mencoba sesuatu hal yang baru itu... ya istimewa rasanya *Jogja banget :D
Ini kali keduanya saya coba pakai softlens. Dulu pengalaman mau tes kerja gak sengaja nginjek kacamata sampe kacanya remuk, jadilah saya terpaksa beli softlens dadakan karena kacamata minus tak bisa begitu saja pesan langsung jadi. Dulu dipakaikan oleh penjaga optiknya... sampai berkali-kali karena masih tak biasa menerima benda asing masuk ke mata. Mata saya merah berair.
Daaan... sekarang harus mengalami masa itu lagi.
Nasib lah punya mata miopi, harus dipakein aksesoris khusus. Mumpung ada kesempatan main ke Jogja, saya minta antar Uyie buat beli softlens sekalian kelayapan main berdua. Softlens berwarna cokelat akhirnya keluar sebagai finalis pilihan saya :D
Pinginnya warna bening, biar terlihat normal saja, tapi atas anjuran dari beberapa pihak yang bilang bahwa lens bening khawatir terlalu kasat mata sampai susah dicari nantinya, berwarna natural akan jadi pilihan tepat.
kemarin saya coba sendiri di rumah... alhamdulillah bisa dipakai sendiri. Kornea saya jadi besar, tapi jadi bagus kalau difoto :)) Karena pakai kamera hape seadanya, maka jadi seperti ini penampakannya:
![]() |
| ga keliatan warnanya ya -_- |
Thursday, May 23, 2013
My First Bought-Gamis by Online
Saya memutuskan untuk beli sebuah gamis simpel polos dari Mb Ii, temen blogger yang pernah beberapa kali kopdar juga suka jualan secara onlen. Dikirim hari Rabu, nyampe hari Selasa... *lamanyaaa... ni gegara distributor JN* yang punya banyak alesan paketnya bisa nyampe hampir seminggu. Ah lupakan, yang penting paketnya sampai dengan selamat :D
Jadi, gamisnya sebenarnya langsung saya coba dan cukup pas, tapi saya langsung rendam buat dicuci. Kabar baiknya, gak luntur! Hihihi... dan adem pula, bahannya sejenis katun ungu yg saya bikin dress juga.
Makanya... setelah beberapa hari mandeg di jemuran sampai masuk lemari, saya baru coba memakainya lagi---dengan dobelan pakaian sebelumnya :)))
Hasilnyaaa...
![]() |
| ditdut penasaran sama hape |
![]() |
| diliatin ditdut |
Ada beberapa hal yang mengganggu... terutama bagian panjang tangan dan lebar bahu... saya ceroboh tidak tanyakan dulu pada Mb Ii. Gakpapa, ini baru awal... lain kali saya pasti tanyakan dulu ukuran tersebut, terutama panjang rok.
Yah... terutama karena saya tambah ndut, hahaha... pantesan gak sebagus yg di poto lapaknya sono -__-
Pokoknya, makasih ya mbak Ii.... maap baru posting sekarang kenarsisanku... :D
![]() |
| Cekian ya, kaka-kakaaa... |
Tuesday, May 14, 2013
Rapid Fire Question
Baiklah bu guru Indri, saya mau coba ngerjain PR bebas ini... *tuh sampe gak punya kata-kata pembuka saking bekunya ini otak -__-
10 pertanyaan itu adalaaaah...
1. Nambah atau ngurangin timbunan buku?
Nambah.
2. Pinjam atau beli buku?
Dua-duanya :3
3. Baca buku atau nonton film?
Dua-duanya (juga).
4. Beli buku online atau offline?
Langsung ke tokonya... *dijitak gada di pilihan
5. Buku bajakan atau ori?
Ori KW 1 *wakakaka...
but original one is always the best quality ;)
6. Gratisan atau diskonan?
Dua-duanya ($__$)
7. Beli pre-order atau menanti dengan sabar?
Menanti sabar... *latian sabar :))
8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?
Dua-duanya.
9. Pembatas buku penting atau biasa saja?
Penting.
10. Bookmarks atau bungkus chiki?
Saya bingung nafsirin 2 pilihan ini.
Bookmarks (yg di internet) aja deh.
Pertanyaan tambahan dari Mbak Indri:
1. Jalan sendiri atau ada yg nemenin (bisa juga suami, anak)
Ada yang nemenin.
Bagusnya suami :">
2. Prefer tidur siang atau tidak?
Tidaks.
3. Highheels-wedges atau flat shoes?
Flat.
4. Kue talam atau rainbow cake?
Klepon... *dijitak gada di pilihan
Kue talam kali ya...
5. Atm atau cash?
Dua-duanya (lagi).
Kelaaaar... giliran saya kasih pertanyaan nih ya...
1. Westlife, Suju, atau SM*SH? #no other choices yes, ini cuma 'simbol' :p
2. Gunung, gurun, hutan, atau pantai?
3. Olahraga apa yang (bisa) kalian minati?
4. Mars, Venus, atau Saturnus? :))
5. Bad habit apa yg kalian tahu tentang saya? *gimme correction ;)
Saya hibahkan kelima pertanyaan itu pada:
1. Mb Indri
2. Mb Rien
3. Afininda
4. Mb Ii
5. Mb Hanifah Sya'roni
Sisanya biar saya toel di fb :)))
Temen2 cukup jawab yg 10 pertanyaan itu sama pertanyaan dari saya. Setelah itu kalian boleh ngasih 5 pertanyaan lain buat ditujukan ke teman2 lain ;)
Saya ndak memaksakan, karena tahu kalian pasti punya kesibukan masing-masing. Sooo... kerjain yaaa! *malah maksa :)))
Friday, April 19, 2013
KAPAAANNN???
![]() |
| taken from here |
Dulu dia santai saja ketika orang menanyakan kapan dia lulus, kapan kerja, kapan nikah. Nah tepat hari ini ada orang menanyakannya, sebutlah si L: "Mbak belum kelar kuliah ta?"
Dia ga jawab, cuma ngasih statement, "Kuliah kehidupan gapernah kelar."
Entahlah, hari ini dia lagi pingin sendirian kayaknya.
Lalu ditanya lagi, "Ga kerja mbak? Apa masih ngurusin piaraan?"
Well, ingin tahu sekali kayaknya si L ini. Rasanya... baru kali ini saya liat dia agak marah ditanya begitu. Atau mungkin malah tersinggung ... karena buat ukuran orang yang jarang nyapa, L ini kepo sekali.
Akhirnya dia cuma jawab, "Belum ada rejekinya."
Dia sedang nganggur. Atau tepatnya, dia kerja yang tidak kantoran... bukan yang wara-wiri dengan dokumen maupun rapat dan banyak agenda. I wonder, apa dengan begitu L mau memberi solusi?
Yang pasti setahu saya, dia sedang ada suatu urusan jangka panjang, tapi saya tak bisa bilang itu apa *ceritanya rahasia sohib
Yaa... sekedar mengingatkan kembali ... yang namanya hidup kan gak seputar itu. Habis tanya kabar, akan lebih baik nanya domisili daripada pekerjaan. Atau nomer yang bisa dihubungi... atau yang lainnya. Ini seakan mengingatkan saya pada status temanku dulu (sekali)...
Saya akan lebih berterimakasih ditanyakan sudah berapa juz Quran atau hapalan hadits yang kamu kuasai ketimbang 'sudah punya berapa anak?' (karena setahu saya beliau belum diamanahi keturunan di usia pernikahan yang ke sekian tahunnya)
Semoga sabar belum lenyap dari sisi kemanusiaan kita.
*karena saya juga nganggur... T___T
Mohon doanya ya kawan-kawan, insyaallah tahun ini sedang menjemput rejeki di luar kota kelahiran saya ... mudah-mudahan dimudahkan, mudah-mudahan dilapangkan. Aamiin.
Wednesday, April 17, 2013
Ibu-ibu Ngeblog
Salah satu hal yang saya suka dari blogwalking adalah ... nemu gaya bahasa. Mau itu anak muda, ibu muda, paruh baya bahkan sepuh juga ada. Alhamdulillah saya bisa kenalan dengan orang-orang keren, kan seenggaknya nanti saya bisa ketularan keren juga... :))
Sorotan saya baru-baru ini sama ibu-ibu paruh baya. Yaa gak sepuh juga ding ... tapi kehidupannya udah dikaruniai beberapa orang anak, bertetangga dengan ini dan dia. Kehidupannya kalau ditilik-tilik yaah sama lah dengan Mamah di rumah. Ini-itu diurusin... cuma bedanya, Mamah kagak narsis kayak kebanyakan ibu-ibu blogger... *sungkem*
Enaknya? Banyak!
Selain berbagi resep, rata-rata para beliau ini punya gaya bahasa yang enak dibaca. Becandanya juga renyah ... lebih nrimo sebagai korban ketika ada 'ejekan' dan lebih sabar ngadepin adek-adeknya yang baru beranjak dewasa. Bahkan ketika adek-adeknya soktau juga mereka serius menanyakannya dengan senyum di ujung kalimat. Sabar bener, padahal orang kayak gitu nyebelin kan... *iyee kayak kamoh Pe~
Yaa... udah gitu aja.
Selebihnya saya mau nyari ide lain buat jurnal.
*sumpah ini postingan ga penting sekali -__-
Friday, April 5, 2013
puritama vera (?)
Hey are you looking for me?
Yes, I am an ex- Multiplayer with puritama ID ... almost famous with the-orange-girl named Veraveravera.
I found this in my real-time feedjit.
I'm trully curious who searched in me. Are you my old friend? Or do you have any business with me?
Hope this posting will answer your searching~
#gini neh kalo mau jadi buronan yg baek ... contoh tuh... #songong
Sewing Things
Ajang pamer ga penting sebenernya.... hanya saja ini mungkin bakal ngiler temen-temen yang hobi berkreasi handmade.
Meski saya ga ahli soal mengreasi sesuatu, pada dasarnya saya suka pernak-pernik #dasar cewek
Satu komplek pertokoan wilayah Jl. Pandesan, Pekalangan-Pekalipan ini sepertinya khusus untuk jahit-menjahit. Kurang tahu juga detilnya, tapi yang pasti ada 3 buah toko berderet khusus untuk bahan/alat jahit.
Ga sengaja nangkep baliho ini, bisa jadi tempat tujuan kamu yang mau beli mesin jahit nih... di toko Dua Tiga mungkin ada, secara gambar balihonya aja mesin jahit ;)
Naa.. sebenarnya di sinilah tujuan teteh ipar saya: toko Intan...
![]() |
| berbagai bahan keperluan menjahit |
![]() |
| toko aksesoris dan alat jahit |
![]() |
| aktivitas jual-beli dalam toko |
![]() |
| berbagai rantai (?) |
![]() |
| tas lucu homemade sana juga ada lho |
![]() |
| tadinya pingin beli ini buat kado adek :D |
![]() |
| berbagai aksesoris |
![]() |
| berbagai kebutuhan menjahit |
![]() |
| I WANT THIS! #the shirt I mean... |
Tuesday, April 2, 2013
Wonogiri, in Afin's Wed (a bit kadaluwarsa)
Sudah beberapa bulan sih... hahaha gakpapa ya.
Jadi ceritanya 2 Februari 2013 kemarin saya dan Pepi silaturahim ke tempatnya Afin, yang konon dia manten di hari itu. Alhamdulillah, dengan perjalanan yang cukup hebat, kami nyampe juga pada siang hari. Saya ngebis dari Jogja menuju Tirtonadi Solo, diteruskan bis Aneka Jaya, dan kami langsung nyampe di tempat. Wonogiri wow juga ya, melintasi hutan-hutan sampe hilang sinyal di situ.
Datang-datang kami tak langsung masuk, tapi dipersilakan duduk dahulu sambil menikmati sajian yang ada. Ooo mungkin begini resepsi a la Jawa ... ini baru pertama kalinya saya menghadiri nikahan dengan sajian makanan yang dilayani langsung panitia, jadi maksudnya kami ndak ngambil makan prasmanan sendiri tapi diambilin panitia sana gitu.
Capcus jam 8 pagi, pulang jam 11 malam. Thanks Rabb, Kau telah mempersilakan saya kembali merasakan kelayapan malam-malam lagi ...
Ah ya, ini berarti kali kedua saya bertemu dengan Afin. Dulu saya bertemu dengannya di Jakarta, dan dalam kesempatan ini saya double kopdar kedua dengan dia dan Mamang. Karena kami agak asing dengan resepsi semacam ini, kamipun tak berani ambil foto sembarang (lagian susah ngambil gambar). Jadilah jauh-jauh mamang bawa alat potonya, hanya saya dan Pepi yang figuran ini malah jadi potomodel sehari :))
Tingkiuh Afin dan juga Mamang atas ramah-tamahnya kemarin. Semoga kita ada waktu buat kumpul-kopdar lagi sama yang lainnya :D
Saturday, March 30, 2013
Indah dalam Kesabaran
Kami bertemu lagi pada bulan Maret.
Wajah keduanya masih sumringah seperti pengantin baru pada umumnya. Agak merasa bersalah juga karena sebelumnya saya tak menengok dia yang baru saja keguguran.
Ah, mungkin Allah punya rencana yang lebih baik untuknya nanti...
Saya percaya itu.
Dan memang selalu begitu, kan?
___________
Kami bertemu lagi kemarin.
Berkumpul bersama di rumah keluarga mereka.
Para tetangga juga hadir.
Dan hari ini kita kembali bertemu dalam banyak doa menyertai.
Di tanah merah yang basah. menatap pusara suamimu, Sepupuku.
Semoga ia tenang dalam surgaNya.
Kullu nafsin dzaa ikatul maut
![]() |
| taken from here |
***
Jumat pagi sekitar pukul 9 WIB, kami diberitakan kabar duka dari sepupu bahwa suaminya mengalami kecelakaan tunggal dan meninggal seketika. Tak ada luka sama sekali, tetapi diketahui mengalami luka dalam.
Innalillahi wa inailaihi raaji'un.
Sepupu saya adalah orang yang Allah cintai, insyaallah. Ketika menikah tahun lalu ia sudah tak bersama orangtua, dan di usia 10 bulan pernikahannya ini ia kembali diuji (iman) dengan kehilangan suami.
Di setiap ujian ada keindahan di hikmahnya.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridho di sepanjang sisa umurmu, sepupu.
Sebab yang kami tahu itu pasti benar.
Friday, March 29, 2013
Saya Pemikir Analitis (?)
Iseng #as usual#, membaca blog seseorang yang 'sengaja' saya cari dan tak sengaja menemukannya. Isi blog-blog perempuan cantik ini inspiratif, setidaknya untuk saya, terutama karena saya 'berkenalan' dengannya ketika menemukan jurnalnya yang berkisar seputar hijrahnya berhijab. Well, saya pasti suka-pingin-terharu kalau dengar atau baca kisah-kisah hidayah begini *bukan-pilem-religi-lho*
Saya dapet link soal tes kepribadian dari dia di ipersonic. Daaan... ah, dari pendapat psikolog pun ternyata 'seiman' dengan apa yang saya pikirkan tentang saya *bukan-narsis*. Saya berantakan.
Dari ipersonic, mengabarkan ...
Saya tipe kepribadian: Pemikir Analitis
Tipe Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.
Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.
Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!
Begitu katanya.
Mungkin beberapa hal ada yang salah, karena diantara tipikal 2 pilihan yang diajukan, saya merasa ada dalam keduanya. Namanya juga punya orangtua lengkap *alhamdulillah*, tentu saja ada beberapa kebiasaan yang saya tiru dari kedua orang yang berkarakter beda itu kan?
Kalau kalian juga pingin sekedar tahu, bisa coba tesnya di sini. Gratis! Dapatkan segera! *ah, abaikan 2 kalimat tanda seru ini*
Monday, January 21, 2013
My Dream Garden-House (about designing 2)
Ngomong-ngomong soal keinginan, saya pingin membuka sedikit tabir masa lalu saya *halah
Saya ini lumayan banyak maunya, walau kebanyakan belum ada langkah sama sekali. Dulu sewaktu masih aktif ikut liqo tarbiyah, saya disuruh mengungkapkan salah cita-cita dan harapan saya ke depannya dari sekarang sampai nanti kehidupan pasca menikah. Yaa semacam 'merancang hidup' gitu lho. Wakakaka... hayooo ada yang berasa deja vu ga?
Masih saya ingat sekali, murobiah saya bercita-cita menjadi seorang enterpreneur. Wow, beliau sebagai murobbi aja udah merupakan langkah awalnya menuju sana. Dilanjut teman saya yang ... standar banget: lulus kuliah-PNS-nikah. Daaaan... pada detik ini, dia sudah memperoleh semua keinginannya itu. Masyaallah, hebat kan? Temen saya gituloh!
Lucunya, kami sama-sama menempatkan menikah itu di prioritas ke sekian, setelah bekerja dan memuaskan diri dengan hobi :))
Sementara itu, salah satu keinginan saya yg belum terpenuhi adalah punya kebun bunga yg luas. Pinginnya, sih.
Ngurusnya? Belom tahu euy :))
Jadi ... sementara ini, mari ngayal dulu ...
Rumah minimalis aja. Lahan rumah 'rakyat' juga palingan segimana doang kan ya, jadi sekiranya ada rezeki ... semoga bisa bikin rumah tingkat. Atapnya nanti ga dibikin genteng, tapi dibentuk mendatar semacam gedung begitu. Di atasnya nanti ditanami sayur-mayur, biar selalu tersiangi matahari. Tak lupa sekop tanah dan bangku kecil ... juga peralatan bertani kecil-kecilan.
*dalam rangka masih ngayal*
Masih soal tanam-menanam, nanti saya juga pingin nanam tetumbuhan bunga. Bisa anggrek, anyelir, teratai, Wijayakusumah, sedap malam (buat nge-sop kimlo XD), boleh juga zodia... *biar gada nyamuk XD
Tak usah yang padat-padat, yg jarang-jarang aja pasti seneng banget. Yang merambat biar dipasang dekat pagar atau bikin kerangka rambatannya di halaman untuk menaungi pintu rumah, bisa juga dipakein pot gantung biar nantinya menjuntai gitu ...
Jadi gambarannya yaa kira-kira gini:
Kalau memungkinkan untuk tanaman rambar, ya nanti boleh laaah ditanami anggur hijau. Nanti pot-pot di bawahnya ada stroberi ... :3
Belakangan ini saya tertarik nanem tanaman berpot botol plastik ini deh ... cantik ya~
Tapi mungkin gak bisa dipakai buat tanaman bunga :))
Kalau punya pekarangan yg lebih luas, mungkin pingin jadi begini:
Biar sirkulasi udara juga terjaga, saya pingin pola rumahnya punya 'lubang' alias ada bagian yang tak tertutupi atap. Bawahnya pingin saya tanami sesuatu juga...
Kalau lihat contoh ini, nanti cukup dikasih atap yg berlantai garis-garis cokelatnya aja. Lalu kursi dan mejanya saya ganti aja sama hammock atau bangku lebar (kayak bangku luar korea-korea gitu lho, apa ya namanya?) buat bersantai. Boleh juga ruangan ini dijadikan perpus pribadi ... Kalau hujan kan bisa baca sambil menikmati tiap rintik airnya *tidur deh :))
Dari sekian banyak desain kebun, saya paling suka sama gaya Jepang. Mungkin sering dipakai untuk meditasi ... atau semacam zen garden gitu, makanya kebunnya dibuat setenang mungkin. Tapi yah .. kalau bikin garden a la Jepang gini ... butuh halaman besar atuh ya ... :D
Latihan Iseng
Iseng-iseng berhadiah, begitu pikir saya ketika meniatkan diri ikut lomba ini.
FF saja sih, belum sepenuhnya 'cerpen' yang berkisar hingga 10 halaman-an itu. Sempat pasrah ketika adminnya asus begini:
Hai, sepertinya sudah jelas diinfokan di note event, kalo untuk tema "SA" itu harus langsung fokus ke tema. Jadi, tokoh utama langsung diposisikan dalam keadaan dikagumi atau mengagumi seseorang, begitu. :) Adapun perkenalan, dlsb-nya, bisa dijelaskan sebagai penunjang cerita saja.
Okey man, rasanya bagai hendak diseruduk tukang becak dari jarak ... 10 meter.
Saya kurang teliti baca persyaratannya, sehingga langsung cuap-cuap di sini. Beberapa hari kemudian sesuai janji pihak penyelenggara lomba, mereka mengumumkan FF mana saja yang berhasil lolos. Dari 404 cerita yang masuk, 306 karya yg lolos seleksi itu ... ada karya saya. Alhamdulillah.
Lengkapnya bisa dilihat di sinih.
*Coba klik ctrl+F, terus ketik VERA.
Tuh, ada kan? ADA KAAANN?? *maaf, lagi lebay :))
Dari kejadian begini, saya jadi ngambil hikmah...
Bahwa rezeki itu kadang datangnya ga terduga. Boleh jadi kamu iseng terhadap suatu hal, padahal Allah selalu serius mendengar dan melihat usahamu. Kalau jadi, ya terjadilah ... \(^o^)/
Jadi ... sepertinya saya harus banyak-banyak iseng lagi nih~
































