Saturday, August 7, 2010

Partly Cloudy

   Sedang belajar menulis cerita anak, harap maklum kalau kalimatnya masih berantakan dan njlimet. Tolong kasih saran ya teman-temanku yang baik




Bangau-bangau dari negeri awan bertugas mengantarkan anak-anak ke dunia. Ada yang mengantarkan bayi manusia, anak kucing, anak anjing, dan anak-anak manis lainnya. Mereka memperoleh bayi-bayi itu dari awan-awan yang bertugas menciptakan para bayi.

 

Masing-masing awan memiliki satu bangau untuk mengantarkan bayi yang mereka ciptakan. Para awan yang berkumpul di sana akan membentuk pola bayi dari segumpal awan, kemudian mengalirinya dengan listrik untuk menghidupkannya. Setelah itu, bayi tersebut akan dibungkus oleh kain putih. Dan para bangau akan menjepit ikatan kain di paruh mereka agar tidak jatuh selama pengantaran.

 

Di antara awan-awan cerah itu terdapat satu awan yang terlihat kelabu, sebutlah Awan Mendung. Awan Mendung juga menciptakan bayi-bayi. Tapi ia membuat bayi-bayi dari induk makhluk liar. Bangau suruhannya pun terlihat paling lelah di antara bangau-bangau pengantar lainnya. Tak heran bila awan inilah yang terlihat paling murung, karena dia sedih melihat Sang Bangau sering kewalahan mengantarkan bayi-bayi ciptaannya.

 

Seperti biasa, Sang Bangau milik Awan Mendung kembali ke tempat tuannya untuk menjemput bayi antarannya. Kebetulan, Awan Mendung sudah mempersiapkan sebuah bayi untuk diantarkan. Tarraaa! Seekor bayi buaya ditujukan pada Sang Bangau. Tapi saat Sang Bangau mau menimangnya, sang bayi malah mencaplok kepalanya. Beruntung ia tidak memakan Sang Bangau sehingga Sang Bangau masih hidup. Awan Mendung segera membungkus bayi tersebut dan menyuruh Sang Bangau untuk mengantarkannya.

 Beberapa lama kemudian, Sang Bangau kembali ke tempat tuannya. Dia kembali dengan beberapa helai bulu sayap yang rontok. Awan Mendung lalu membantu membersihkan tubuhnya.
Pandangan Sang Bangau tertarik oleh salah satu temannya. Di sana, temannya sedang bergembira menyambut kehadiran anak-anak ayam yang lucu. Di seberang sana, ia juga melihat kegembiraan teman yang lainnya sedang bermain-main dengan anak anjing yang baru diciptakan.

Saat tersadar ia diamati Awan Mendung, Sang Bangau menjadi merasa bersalah dan buru-buru ingin melihat bayi ciptaan tuannya yang baru. Ia tak mau tuannya merasa bersedih.

Ketika Awan Mendung selesai menciptakan bayi baru…
Jduk! Sang Bangau diseruduk oleh tanduk kecil anak kambing!
Oh, kasihan sekali Sang Bangau! Dan seperti biasa, iapun mengantarkan sang bayi ke induknya dengan tingkah anak kambing yang tak bisa diam menyeruduknya.

 
Sang Bangau kembali dengan cepat. Kali ini Awan Mendung menunjukkan segumpal awan kecil yang belum dipoles sebagai makhluk. Sang Bangau pun tertarik untuk memegangnya, maka ia meminta Awan Mendung agar memoles gumpalan tersebut dalam dekapannya.

Tapi, apa yang terjadi? Awan Mendung ternyata memolesnya menjadi anak landak! Sang Bangau menjerit-jerit kesakitan karena tangannya tertusuk duri landak. Ketika kembali, Awan Mendung mendapati Sang Bangau kembali dengan sekujur tubuh penuh duri. Iapun membantu Sang Bangau mencabuti duri-duri tersebut.

 

Untuk kesekian kalinya, Awan Mendung menunjukkan bentuk ciptaannya. Tetapi, apa yang terjadi? Sang Bangau tampak ketakutan ketika melihat bentuknya yang besar dan bertaring. Rupanya Awan Mendung mau membuat bayi ikan hiu!

Di tengah rasa takutnya itu, tatapan Sang Bangau mengarah ke awan di atasnya. Tanpa permisi dahulu, ia meninggalkan Awan Mendung dan terbang ke sana. Betapa terkejutnya Awan Mendung! Ia tak mengira Sang Bangau akan lari ketakutan seperti itu.

 

Awan Mendung merasa dikhianati pengantar sekaligus teman setianya. Bukan main sedih, kesal, marah, dan kecewanya Awan Mendung sehingga makin lama warna tubuhnya semakin menghitam. Ditambah lagi, ia melihat awan lain memberikan sebuah bungkusan pada Sang Bangau. Hancur sekali Awan Mendung! Ia menangis, sehingga timbullah hujan dari tubuhnya.

 

Tiba-tiba, ada selembar bulu putih hinggap di atas hidungnya sehingga ia berbalik untuk mencari sumbernya. Olala, Sang Bangau yang ia kira berkhianat ternyata kembali padanya. Sang Bangau membuka bungkusan yang tadi ia terima. Sebuah baju rugby lengkap dengan topinya terpampang di sana.

Ternyata Sang Bangau berkunjung ke awan atas untuk meminta saran untuk melindungi tubuh kurusnya. Dan… perlengkapan inilah yang diberikan; satu set baju rugby beserta helmnya!

Awan Mendungpun tak bersedih lagi, ia memeluk erat Sang Bangau dan kembali menunjukkan bayi ciptaan yang selanjutnya.

 

Diceritakan kembali oleh Vera

Sumber asli: film produksi Pixar berjudul ‘Partly Cloudy’

Ditulis Oleh : Veraveravera Puritama // 5:19 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment

 
Powered by Blogger.