Monday, January 9, 2012

The Illusionist (2010)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Classics
Director: Sylvain Chomet
Writers: Jacques Tati (original screenplay), Sylvain Chomet (adaptation)
Stars: Jean-Claude Donda, Eilidh Rankin and Duncan MacNeil




Adalah seorang pesulap yang berkeliling kota untuk mempertunjukkan kebolehannya bermain sulap. Namun bagi sebuah kota besar, sulap bukan lagi merupakan pertunjukan yang diminati. Padahal sang pesulap merasa sangat total dalam pekerjaannya itu. Diabaikan, bayaran kecil, bahkan penghargaan kecil semacam tepuk tangan saja jarang mampir ke telinganya.

Ia tinggal di sebuah apartemen murah bersama kawan-kawan senasibnya: badut yang kesepian dan berniat bunuh diri; lalu juga pemain boneka tangan dengan suara perut yang dramatisnya... menjual boneka tangannya, dan berakhir menggelandang di jalanan.

Seorang pemabuk melihat pertunjukan sulapnya dan bertepuk tangan keras-keras pada sulap yang – seolah-olah – ia belum pernah melihat pertunjukan semengagumkan itu. Ia memberikan kartu namanya pada si pesulap, menawarkan bar (atau kafe)nya untuk dijadikan tempat pertunjukan sulap berikutnya.

Ada suatu kebahagiaan saat suatu ketika sang pesulap mencoba mengadu nasib ke daerah Skotlandia (saya mengira disana karena pakaian khas pria-nya yang seperti rok :D). Seusainya ia menunjukkan kebolehannya, ia mendapat tepuk tangan meriah untuk pertama kalinya.

Namun seperti biasanya, ia tak selalu berada dalam satu kota dalam waktu yang lama. Ia kembali ke kota besar.




Kali ini ia mendapat seorang pengagum. Seorang gadis diam-diam mengikutinya dan walau si pesulap tak menginginkannya, si gadis tak bisa lepas dari pesulap tua itu. Si gadis menganggap bahwa si pesulap itu penyihir; bisa mengeluarkan apapun dari tangannya. Ia juga tak pernah mengerti soal trik sulap.

Permintaan si gadis yang polos ini membuat sang pesulap bekerja ekstra keras. Sulap tak lagi satu-satunya pekerjaan yang ia lakukan. Ia bekerja sebagai tukang cuci mobil, membantu pengecatan, dan akhirnya kembali bersulap untuk suatu iklan di etalase toko.



Dari awal menonton saja film ini sangat terasa... apa ya... menyedihkan. Dalam arti yang sebenarnya. Juga soal kehidupan di kota besar yang penuh persaingan, wah... pekerjaan tak ngetren bakal tak laku, tentu.

The Illusionist nyaris tak ada kata-kata. Namun di beberapa scene, terutama dengan datangnya si gadis, ada sedikit pembicaraan. Profesi yang nyaris tak diminati, seperti penjual obat di pasar kecamatan, seperti tukang foto di pusat wisata, seperti penjual mainan anak-anak di perayaan kecil. Ah, dunia bergerak, yang lama ditinggalkan, berganti-ganti peradaban... yang pernah jaya terabaikan.

Ditulis Oleh : Veraveravera Puritama // 1:26 PM
Kategori:

10 comments:

  1. Haripun berganti tahunpun berganti, ada masanya masa-masa yang terganti kembali dirindui, rezeki tak kemana ^_^

    *penasaran sama filmnya*

    ReplyDelete
  2. ini film animasi ya say ? ga ada kata2 dan ga ada lucu2an ? rate umur penontonnya apa say ? :)

    ReplyDelete
  3. ehee.. tontonlah..
    cukup bikin mikir juga nih... :D

    ReplyDelete
  4. hmm... ini kategori animasi ya?
    Saya lebih suka nyebut sebagai kartun klasik sih :))

    gada kata-kata maupun percakapan intens. Semua kayak pantomim dan musik aja.
    Mungkin agak nggak cocok buat anak kecil, soalnya rada 'berat' juga buat mengartikannya.
    Mungkin buat seumuran SMA ke atas boleh laah...

    ReplyDelete
  5. diliat dari bahasanya sepertinya begitu.. :D

    ReplyDelete

 
Powered by Blogger.